Pembalap Stoner Dinilai Ogah-Ogahan Klaim Bisa Juara Dunia

BERITA TERKAIT Ternyata, Yamaha Pernah Kecewa dengan Rossi loh Lorenzo Nikmati Era Keemasan di MotoGP MotoGP 2017 Diprediksi Jauh Lebih Sulit Crutchlow Akui Motor Honda Paling Sulit Dikendarai INDOPOS.CO.ID – Pembalap Casey Stoner memang masih memiliki peran untuk Ducati musim ini di MotoGP. Meski begitu, peran dia semakin lama semakin berkurang. Hal ini diungkapkan langsung Direktur Olahraga mereka, Paolo Ciabatti. Ciabatti mengaku memang masih memanfaatkan Stoner. Tapi, sosok asal Australia itu dinilai mulai ogah-ogahan dan kadang terfokus dengan hal lain. “Kami menjadikan Stoner sebagai duta besar. Keberadaannya sangat penting bagi perayaan ulang tahun kami yang ke-90. Dia (Stoners,red) sempat membantu kami di awal musim terkait putusan-putusan yang dibutuhkan untuk evolusi Motor Desmosedici GP,” tuturnya kepada Motorsport . Meski begitu, Ciabatti menegaskan Stoner tak bisa berada di tim jika tak mampu memberikan komitmen yang sungguh-sungguh. “Semua tergantung putusannya terkait peran yang ingin dimainkan. Dia harus memilih fokus bersama kami atau hidupnya di Australia, memancing dan bertani. Karena jika dia masih seperti itu, Stoner tak akan mampu meningkatkan komitmennya bersama Ducati,” tuturnya. Pembalap Andrea Dovizioso juga memastikan bahwa peran Stoner tak lagi terlalu besar. “Dia melakukan beberapa tes dan mengungkap opininya kepada kami. Tapi, pengaruhnya tahun ini tak begitu besar karena dia tak selalu ada,” pungkas Dovi. Di bagian lain pembalap andalan Suzuki, Maverick Vinales, mengaku dirinya bisa saja menjadi juara dunia MotoGP musim ini. Sebagai salah satu pembalap paling berbakat di MotoGP, Vinales sudah berada di peringkat empat bahkan berpotensi melewati Jorge Lorenzo yang ada di peringkat tiga. Bakal memperkuat Yamaha musim depan, Vinales memiliki kepercayaan diri tinggi dan menceritakan kondisinya musim ini.”Andaikan saya sudah bersama Suzuki musm lalu, saya akan memiliki performa yang jauh lebih baik musim ini. Bahkan mungkin saya bisa bertarung untuk meraih gelar juara. Suzuki memang tempat yang baik untuk bisa tumbuh. Karena para pembalap bisa belajar dengan tenang tanpa ada tekanan dalam meraih hasil tertentu,” jelasnya kepada Motorsport Indonesia. Vinales mengaku sangat mencintai Suzuki dan tak mudah untuk memutuskan pergi ke Yamaha. “Awalnya banyak keraguan untuk meninggalkan tim karena ini adalah putusan besar yang sulit. Namun, setelah memeanngi beberapa GP dan naik podium, rasa itu berkurang karena setidaknya saya sudah memberikan sesuatu yang membanggakan bagi tim ini,” pungkasnya. (rap/JPG)

Sumber: Indopos