Tak Ada Ampun untuk Pengedar Narkoba!

Rimanews – Jaksa Agung RI HM Prasetyo menegaskan, tidak ada maaf bagi para pengedar narkoba yang diputuskan menjadi terpidana mati. “Tidak ada ampun bagi bandar narkotika ataupun maaf bagi para pelaku kejahatan narkotika,” tegas Prasetyo, Jumat (16/1). Hal itu diungkapkan Prasetyo terkait rencana eksekusi para terpida mati, pada 18 Januari mendatang. Keenam terpidana mati tersebut adalah Amaona Denis (48), Marco Archer Cardoso Moreira (53), Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (38), Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir (62), Tran Thi Bich Hanh (37). Kelimanya merupakan WNA, dan Rani Andriani alias Melisa Aprilia merupakan WNI. Baca Juga BPBD: Empat Warga Pidie Jaya Meninggal Dunia Korban Gempa Pidie, Satu Meninggal Puluhan Luka-Luka Pidie Jaya Kesulitan Alat Berat Dikatakan Prasetyo, sesuai data yang dikumpulkan oleh Kejagung RI, diketahui setiap harinya puluhan generasi penerus bangsa meninggal akibat barang haram tersebut. “Kejahatan ini harus diperangi, karena sesuai data yang kami terima dari BNN, ada sekitar 40 – 50 orang per-hari meninggal dunia karena panyalahgunaan narkotika,” paparnya. Jaksa Agung menambahkan, pelaksanaan hukuman mati tanpa menyampingkan hak para terpidana mati. Sebab, hal itu menjadi pesan tersendiri kepada jaringan narkotika, bahwa Indonesia serius dalam menindak pelaku narkotika. “Hukuman mati ini semata-mata untuk menyelamatkan bangsa kita dari narkotika. Ini juga sebagai pesan bahwa Indonesia tidak main-main memberantas jaringan narkotika. Karena Indonesia sekarang ini sudah menjadi salah satu pasar narkotika terbesar di Asia Tenggara,” pungkasnya.[] Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : hukuman mati terpidana narkoba , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews