Risiko Ini Intai Anda yang Gemar Mengunyah Permen Karet

Suara.com – Apakah Anda termasuk si pengunyah permen karet? Tentu selama ini Anda menganggap bahwa dengan mengunyah permen karet, masalah bau mulut Anda akan menghilang. Tapi dengan menghilangnya satu masalah Anda, maka masalah lainnya akan muncul dari kebiasaan mengunyah permen karet. Seperti dilansir oleh Boldsky berikut ini. 1. Membuat sakit perut Bahan lanolin yang terdapat pada permen karet untuk membuat teksturnya menjadi lembut ternyata memiliki efek samping pada sistem pencernaan Anda. Lanolin yang dihasilkan dari lemak domba akan bereaksi di usus dan membuat Anda sakit perut setelah mengunyahnya berulang-ulang. 2. Meningkatkan risiko TMJ TMJ atau Temporomandibular Joint Disorder adalah salah satu jenis gangguan rahang. Rutin memgunyah permen karet bisa meninbulkan risiko TMJ ini. Bahkan jika terlalu berlebihan efeknya bisa memicu tulang rawan dan sendi mulut Anda bergeser. 3. Kerusakan gigi Berlebihan mengunyah permen karet juga dapat memicu masalah pada gigi dan gusi. Meski Anda memilih permen karet bebas gula, perasa asam dan pengawet di dalamnya tetap dapat memicu erosi gigi. 4. Memicu perut kembung Mengunyah permen karet terlalu sering dapat membentuk kantong-kantong udara di usus sehingga membuat perut Anda kembung. Jadi jika Anda penggemar permen karet dan memiliki keluhan perut kembung, stop mengunyah permen karet! 5. Tumor otak Mungkin terasa berlebihan, tapi penelitian menyebut, kandungan aaspartame pada permen karet bebas gula dikaitkan dengan tumor otak, kanker, dan cacat lahir. 6. Sakit kepala Terlalu sering mengunyah permen karet dalam jangka waktu yang panjang dapat memicu pengencangan otot-otot rahang bahkan seluruh wajah Anda. Pada gilirannya hal ini dapat menghambat saraf yang dialiri oksigen ke otak sehingga memicu sakit kepala.

Sumber: Suara.com