PMI Jadi Tuan Rumah Pertemuan Palang Merah Se-Asia Tenggara

Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi tuan rumah pertemuan tahunan pimpinan Palang Merah-Bulan Sabit Merah se- Asia Tenggara 2016. Pertemuan yang diselenggarakan di Hotel Mulia Jakarta, 26-28 September ini didukung penuh Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) serta Komite Internasional Palang Merah (ICRC). Hadir dalam pertemuan ini para pimpinan PMI bersama sembilan perhimpunan nasional IFRC di kawasan Asia Tenggara, seperti Brunai Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Hadir pula pimpinan Cruz Vermelha atau Palang Merah Timor Leste sebagai peninjau. Dalam sambutannya Ketua Umum PMI Ginandjar Kartasasmita mengatakan, pertemuan ini bertujuan membahas berbagai kepentingan terkait Gerakan Palang Merah dan Gerakan Bulan Sabit Merah di kawasan Asia Tenggara. “Pertemuan ini merupakan wadah penting untuk menguatkan jejaring, koordinasi, dan kerja sama antar perhimpunan nasional di kawasan Asia Tenggara bersama dengan IFRC dan ICRC untuk membicarakan tugas perhimpunan nasional agar dapat disetujui dan ditindaklanjuti secara bersama,” kata Ginandjar. Adapun pertemuan ini membahas mengenai keberlanjutan pelayanan palang merah, kekuatan manajemen dan penguatan relawan. Untuk keberlanjutan palang merah, kata Ginandjar dibutuhkan dukungan dana yang memadai terutama dari pemerintah. Di beberapa negara, seperti Jepang dan Vietnam, pendanaan palang merah sangat kuat khususnya dari pemerintah. Di Indonesia, kontribusi pemerintah hanya sekitar 2,5% dari total dana PMI. Sebagian besar sisanya datang dari masyarakat dan pihak swasta. Ginandjar menambahkan, pertemuan ini juga membahas tindak lanjut hasil Konferensi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di Jenewa Swiss 2015 lalu, yaitu tentang penguatan komunikasi dan koordinasi antar komponen gerakan. “Sangat penting bagi perhimpunan nasional, IFRC dan ICRC untuk saling bekerja sama dengan lebih baik dalam berbagai keadaan,” kata Ginandjar. Seiring dengan pemerintah negara Asean yang telah sepakat dalam slogan “One ASEAN One Respons”, Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di kawasan ini dituntut untuk bekerja sama dan bersinergi guna memberi kontribusi, khususnya pada situasi bencana dan krisis. Organisasi Palang Merah dapat memainkan perannya sebagai pendukung pemerintah. Kerja sama dan sinergi ini salah satunya diwujudkan melalui kampanye “One Billion Coalition”, sebuah koalisi untuk membangun jejaring dan aliansi antara palang merah dengan para pihak, termasuk pemerintah untuk membangun ketangguhan masyarakat. Dina Manafe/FMB Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu