Naik Angkot, Pelajar Jadi Korban Pemalakan dengan Sajam

Jakarta – Seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA) yang sedang menumpang angkutan umum di wilayah Jalan Sungai Tiram, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara menjadi korban pencurian dengan kekerasan menggunakan senjata tajam (sajam) pada Minggu (23/10) kemarin. Pelaku pemalakan yang juga berpura-pura sebagai seorang penumpang, sudah mengincar korban. Aksi pelaku juga dipicu korban yang bermain gadget smartphone di angkot sehingga memancingnya untuk berbuat jahat. Kapolsek Cilincing, Kompol Muhammad Supriyanto, mengatakan saat kejadian anggota buser Reskrim Cilincing sedang melakukan patroli di sekitar lokasi dan mendengar ada teriakan korban meminta tolong. Korban tersebut adalah Mardiansyah (17), pelajar yang tinggal di Jalan Sungai Tiram, RT03/RW02, Kelurahan Marunda. Ia menjadi korban pemalakan oleh Suhandi (35), seorang buruh serabutan yang tinggal di Jalan Kalibaru Barat IX Nomor 33, RT05/RW05, Kelurahan Kalibaru. Saat itu Mardiansyah sedang menumpang angkot 01 jurusan Tanjung Priok-Cilincing. Ketika sedang melintas di depan Pos RW 06 Gang Mencos, Kelurahan Kalibaru pada Minggu (23/10) sekitar pukul 13.30 WIB menjadi korban pemalakan. “Korban saat itu baru saja pulang dari rumah orang tua angkatnya di wilayah Kebon Baru. Ketika korban naik saat itu pelaku sudah berada di dalam angkot,” ujar Supriyanto, Senin (24/10). Karena merasa tidak nyaman, korban pindah ke kursi depan (sebelah sopir). Namun diikuti oleh pelaku pemalakan dan langsung merangkul korban kemudian menodongkan pisau ke arah leher korban agar tidak melawan. “Pelaku kemudian mengambil paksa tas, dan membuka harta benda yang ada di dalam tas korban. Ia juga sempat memukul muka korban agar tidak melawan atau mencoba berteriak,” tambahnya. Setelah melakukan aksinya, pelaku kemudian keluar dari mobil angkot dan korban kemudian langsung berteriak meminta tolong sehingga menarik perhatian warga dan anggota polisi yang kebetulan sedang ada di lokasi. “Pelaku kemudian kami ringkus dibantu warga, dan saat dibawa ke Pos RW terdekat kita dapatkan yang tunai Rp 34 ribu serta sebuah sarung pisau warna hitam. Setelah mengakui perbuatannya, ia kemudian digiring ke markas kami,” tandas Supriyanto. Atas tindakannya, Suhandi dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman pidana penjara di atas lima tahun penjara. Carlos Roy Fajarta/JAS Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu