Kepada Cawagub Sandi, Warga Kramat Jati Keluhkan RTH Menjadi Lahan Parkir

Jakarta – Calon Wakil Gubernur nomor urut tiga dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, Sandiaga Salahuddin Uno mendatangi permukiman warga di Jalan Datok Tonggara, RW11, Kelurahan Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur pada Kamis (24/11). Dalam kedatangannya ke permukiman warga tersebut, Sandiaga Uno dicurhati oleh warga tentang keluhan sebuah lapangan sepak bola seluas 7.000 meter persegi yang selama ini dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk kegiatan sosial dan olah raga warga sekitar. Mustofa (58), RT17/RW11, Kelurahan Kramat Jati, mengatakan lapangan dan ruang terbuka hijau tersebut selama ini dimanfaatkan oleh warga untuk berolah raga, kegiatan sosial dan keagamaan saat Idul Fitri. “Pak Sandi, tolongin kite Pak warga sini yang selama dua tahun terakhir sudah tidak bisa lagi menggunakan lahan karena sudah diklaim sama pemiliknya,” ujar Mustofa, Kamis (24/11) di salah satu rumah warga yang dijadikan tempat pertemuan di Jalan Datok Tonggara III, RT06/RW11. Ia mengungkapkan setelah diklaim oleh pemiliknya, lahan yang tadinya menjadi fasilitas sosial dan olah raga warga kini justru menjadi tempat parkir kendaraan-kendaraan seperti truk, dan mobil colt, dan berbagai warung kaki lima liar. “Sekarang fungsinya malah gak jelas pak setelah dimiliki dan diklaim oleh pemiliknya. Kita yang warga sekitar malah tidak bisa menggunakan lagi lahan tersebut untuk olah raga, bahkan tiang gawangnya sudah dicabutin semua,” tambahnya. Warga lainnya, Ustazah Rohimah (54) meminta apabila Anies Baswedan dan Sandiaga Uno terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk memperjuangkan tanah ruang terbuka hijau yang ada di permukimannya untuk difungsikan kembali menjadi Lapangan terbuka untuk warga. “Di lapangan itu banyak warga yang selama ini menggunakan bazaar makanan saat bulan Puasa, saat Salat Ied juga warga melakukan di lahan tersebut,” kata Rohimah. Namun sejak ketetapan pihak pengadilan yang memenangkan pihak pemilik lahan, lahan tersebut ditutup dan tidak boleh lagi digunakan oleh warga dan malahan digunakan pemiliknya untuk disewa-sewakan sebagai lahan parkir mobil dan usaha-usaha tidak jelas lainnya. “Padahal di surat girik itu bunyinya tanah desa, dan dalam plang yang dibangun itu disebut yang memiliki atas nama Rosana. Padahal itu pakai nama orang lain, pemilik aslinya bersembunyi dengan mengatasnamakan orang lain,” tambahnya. Menanggapi keluhan warga tersebut, Sandiaga Uno mengaku akan mendengarkan dan mencatat keluhan warga tersebut untuk menjadi arah kebijakannya ke depan. “Saya dan mas Anies berkomitmen untuk mengutamakan lahan-lahan kosong seperti ini untuk dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), pasti kita akan utamakan agar lahan ini bisa kembali digunakan warga dengan cara legal,” ujar Sandiaga Uno. Ia menyebutkan pemilik lahan tidur di Jakarta harus tetap mendengarkan aspirasi warga sekitar dan nantinya akan diupayakan agar tanahnya bisa dibeli oleh Pemprov DKI Jakarta. “Kami sudah membawa tim hukum untuk mengkaji apakah lahan ini nantinya bisa dibeli kembali oleh Pemprov DKI Jakarta karena mempertimbangkan aspek sosial dan budaya setempat,” lanjut Sandiaga Uno. Menurut hasil pengamatan Suara Pembaruan di lokasi, Sandiaga Uno yang saat itu ada di tengah permukiman warga kemudian mengunjungi lokasi lahan lapangan yang sudah digunakan oleh pemiliknya dengan cara disewakan kepada sejumlah pihak. Sandi berdoa dengan para ustad dan ibu-ibu pengajian dari seluruh Majelis Taklim yang ada di RW11, Kelurahan Kramat Jati, Jakarta Timur. Bahkan ada beberapa dari warga yang menangis saat berdoa agar tanah tersebut bisa dikembalikan sebagai RTH yang bisa dimanfaatkan warga. Carlos Roy Fajarta/FMB Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu