Bila Hukuman Kebiri Paedofil Berlaku, Siapa Eksekutornya?

Suara.com – Ketua Komisi VIII DPR Saleh Daulay mendukung rencana penambahan hukum berupa kebiri bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Namun, definisi kebiri perlu dipertegas dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang yang rencananya akan diterbitkan. “Kita mendukung pemerintah, tapi soal hukumannya perlu dikaji dulu oleh pemerintah. Kebiri itu beda dengan pemutusan saraf seksual. Kebiri itu potong habis,” ujar anggota Fraksi PAN, Rabu (21/10/2015). Selain itu, kata dia, juga perlu diperhatikan siapa yang melakukan eksekusi kebiri, apakah jaksa atau dokter. “Perlu didiskusikan siapa eksekutornya. Ikatan Dokter Indonesia perlu diajak membahas hal itu. Juga perlu dikaji secara HAM,” kata dia. Saleh juga menambahkan Perppu dikeluarkan karena suatu hal yang mendesak. Karenanya, dia meminta pemerintah mengkaji situasi mendesak sehingga perlu diterbitkannya Perppu tentang kebiri. “Untuk membuktikan itu pemerintah harus mengumumkan darurat kekerasan seksual anak, dengan data-data valid, misalnya ada daerah rawan kekerasan seksual pada anak. Sehingga memang memungkinkan dikeluarkan Perppu itu,” katanya. Sebelumnya, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo setuju penambahan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak yakni dengan mengebiri syaraf libido agar mereka jera. “Untuk teknisnya, nanti pihak menkes (Kementerian Kesehatan) yang bisa memastikan. Konon mau diberi suntik hormon perempuan, dengan begitu secara biologis mereka (pelaku kekerasan seksual anak) tidak terdorong lagi begitu (melakukan kekerasan seksual),” kata Prasetyo. Menurut dia Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak belum efektif membuat jera pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Oleh sebab itu, pemerintah tengah mengkaji landasan hukum untuk penambahan hukuman berupa mengebiri para penjahat kelamin yang mengincar anak. “Kebiasaannya mereka biasa jadi paedofil dan melakukan kejahatan itu ke banyak anak. Lihat saja beberapa penjahat seksual, korbannya cukup banyak. Berulang kali mereka melakukan kekerasan seksual. Makanya untuk menghentikan ya dikebiri,” kata dia.

Sumber: Suara.com