Konsep Jatimnomics atasi kendala klasik UKM

solid gold

Solid Gold Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mengapresiasi konsep Jatimnomics yang digagas oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Timur dalam menangani kendala produksi, permodalan, dan pemasaran usaha kecil menengah (UKM).

“Konsep Jatimnomics saya kira cukup ampuh dalam menyelesaikan persoalan klasik UKM. Kini tinggal UKM nya, apakah mau maju atau tidak,” kata Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Bintang Puspayoga, dalam siaran pers pada Rabu (19/07).

Bintang yang juga Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemenkop dan UKM mengatakan pengrajin UKM harus meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam menghasilkan satu produk.

“Pelatihan terus dilakukan khususnya yang vocational. Dan saya gembira pelatihan di Tuban ini adalah pelatihan lanjutan yang bisa membawa pengrajin dan UKM untuk bisa naik kelas ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Bintang.

Pelatihan ini dilakukan antara lain karena Tuban dinilai berhasil dalam melakukan pelatihan dasar, khususnya pelatihan vocational tenun Gedok yang merupakan salah satu kerajinan khas Kabupaten Tuban.

Bintang melanjutkan konsep pengembangan tenun Gedok harus melibatkan unsur Dekranas, Dekranasda Provinsi serta dinasdinas terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Dekranas akan membawa konsep pengembangan tenun Gedok ini dalam Rakernas pada akhir September mendatang.

” Akan kami jadikan role model untuk produksi 100 persen Indonesia, karena mulai dari bahan baku berupa kapas sampai jadi kain tenun maupun pusat penjualan pakaian jadi bernuansa konten lokal, ada dan dilakukan di dalam negeri,” kata Bintang.

Sementara itu Kadis Koperasi dana UKM Jatim, Mas Purnomo Hadi mengatakan kegiatan semacam ini akan dilakukan secara kontinyu di 38 kabupatenn di Jawa Timur.

“Kita akan lakukan secara rutin sehingga semua UKM, wirausaha pengelola koperasi, dapat meningkatkan kualitas usahanya,” kata Purnomo.

Purnomo menjelaskan saat ini terdapat 31.700 Koperasi dan 8 juta UMKM di Jawa Timur.