Kehilangan Gelar Juara Piala Presiden, Persib Butuh Solusi

togel web

Persib baru saja kehilangan gelar Piala Presiden setelah hanya sanggup bertahan hingga babak semifinal. Kegagalan ini menjadi peringatan serius bagi Persib untuk segera membenahi kekurangan jika tidak ingin kehilangan satu gelar lainnya, yakni juara liga.
Bek tengah Persib Vladimir Vujovic menilai, pahitnya kegagalan mesti segera ditinggalkan. Seluruh elemen Persib harus segera bangkit dari keterpurukan akibat kekalahan adu penalti melawan Pusamania Borneo FC.
Akan tetapi, berbagai sisi minor yang menjadi penyebab tersendatnya performa hingga berujung kegagalan pada turnamen ini tidak boleh dilupakan.
“Adu penalti adalah tentang keberuntungan dan sialnya, kali ini kami yang tidak beruntung. Tapi tentunya ada kekurangan dalam performa kami yang membuat kami harus sampai ke babak itu (adu penalti),” ujar Vlado.
Bek 34 tahun itu meyakini, Djadjang Nurdjaman sebagai juru strategi pasti sudah mendiagnosis sekaligus mengantongi sisi lemah yang menghambat kerja kolektif Persib. Di mata Vladimir Vujovic, Persib sangat minus dalam hal kreativitas serangan. Ketiadaaan perancang serang mumpuni menjadi penyebabnya.

Persib memang tidak memiliki pengatur serangan tulen dengan tipikal pemain nomor 10. Dalam usianya yang masih muda, Gian Zola yang kerap diplot untuk menjalankan peran itu tampak belum begitu kompetitif untuk menjadi sosok sentral perancang serangan Persib. Akibatnya, Zola juga belum memberikan kontribusi riil sebagai gelandang serang. Tidak ada operan kunci apalagi umpan pengantar gol yang dia buat sepanjang turnamen.
Keputusan untuk mengubah peran Dedi Kusnandar juga tidak berjalan mulus karena Dedi sejatinya memang merupakan gelandang bertahan. Dia tidak bisa melakukan determinasi individu, melewati kawalan pemain untuk menusuk ke wilayah pertahanan lawan. Hanya memang, Dedi punya visi permainan bagus dan umpan akurat yang sangat mujarab saat Persib melakukan transisi permainan.
“Bagaimanapun, tim ini butuh perancang serangan, seorang pemain yang kreatif dan bisa mengatur aliran bola, mengendalikan ritme, juga menambah determinasi dari lini tengah. Tim ini belum lengkap tanpa pemain dengan karakter seperti itu,” ujar Vlado.
Selain kreator serangan, sisi minus lainnya yang kentara dalam partisipasi Persib di turnamen ini adalah ketiadaan opsi alternatif striker murni. Persib hanya punya Sergio van Dijk sejak ISC 2016 lalu. Sergio memang tampil apik dengan mencetak tiga gol selama fase grup turnamen. Namun, dia sama seperti pemain kebanyakan yang tidak kebal terhadap serangan cedera. Pada kondisi inilah Persib jelas-jelas tidak memiliki rencana cadangan.

Sergio dihantam cedera lutut sehingga harus absen dari babak 8 Besar sampai turnamen rampung. Persib akhirnya cuma sanggup bertahan sampai semifinal.
Tanpa Sergio, Persib jelas-jelas kehilangan taring di lini depan. Kendati usianya tidak muda lagi, memasuki 34 tahun, naluri gol dan eksekusi akhir Sergio masih patut diacungi jempol. Dengan postur tinggi besar, dia juga adalah tipikal striker murni dengan penguasaan bola menawan. Dalam skema serangan balik, dia dapat menahan bola untuk memberi waktu bagi teman-temannya naik ke daerah pertahanan lawan.
Atribut striker tulen itu yang tidak dimiliki oleh Shohei Matsunaga, Tantan, dan Angga Febriyanto yang semula diharapkan bisa menjadi opsi alternatif pengganti Sergio. Maka ketika striker naturalisasi kelahiran Belanda itu harus mendekam di ruang perawatan, lini serang Persib pun makin kepayahan.
Kebutuhan Maung Bandung akan penyerang tajam tampak dari distribusi gol sepanjang turnamen. Dari 12 gol yang dicetak, striker tidak dominan sebagai produsen. Sergio hanya bikin tiga gol karena dia sudah terkapar di awal laga 8 besar.
Sembilan gol lainnya dibuat oleh gelandang sayap Febri Hariyadi (1), gelandang bertahan Kim Jeffrey Kurniawan (1), striker Shohei Matsunaga (1), gelandang sayap Atep (3), dan bek tengah Vlado (3). Bahkan, sebagai bek tengah, Vlado justru menjadi pemain yang paling banyak terlibat dalam proses terjadinya gol Persib, yakni dalam lima gol karena selain bikin tiga gol, dia juga membuat dua umpan pengantar gol.
“Tim ini harus punya tambahan satu penyerang yang kualitasnya tidak jauh berbeda dengan Sergio, entah itu asing ataupun lokal. Kita lihat sendiri, setelah Sergio cedera, tidak ada pengganti sepadan dan lini serang benar-benar kesulitan. Kita sulit berharap (prestasi) dari tim yang gol-gol serta assist-nya justru berasal dari pemain bertahan,” ujar Vlado.
Persib memang masih menyisakan satu laga lagi dalam perebutan peringkat ketiga. Akan tetapi bagi sang juara bertahan yang baru saja kehilangan gelarnya, turnamen ini sudah kelar. Maung Bandung selayaknya mengalihkan fokus untuk mempersiapkan segala aspek agar tak kembali kehilangan gelar.***

start-pages.info togel web Sumber: Pikiran Rakyat