Kegaduhan bernama Valleazulskema

BERITA TERKAIT Harga Mahal Fans Ketemu Real Ikrar Kashima Antlers Lumpuhkan Ronaldo Tiket Real Masih yang Termahal Tiba di Yokohama, Madrid Keletihan INDOPOS.CO.ID – Vamos America, Vamos America. Begitu kegaduhan yang berasal dari tribun di belakang Neylor Navas pada interval babak pertama tadi malam. Kegaduhan itu bukanlah datang dari fans lokal seperti yang banyak mendukung Real Madrid. Melainkan kegaduhan yang berasal dari sekelompok pendukung Club America. Valleazulskema. Begitulah mereka menamakan diri mereka. Valle Azul merupakan salah satu kawasan yang berada di Mexico City, kota tempat Club America berkandang. ’’Kami sudah di Jepang sejak empat hari yang lalu. Seperti yang kami lakukan di Osaka, kami ingin jadikan ini (dukungan) agar Club America seperti di rumah sendiri,’’ sebut Francisco Trinidad kepada Jawa Pos (Grup INDOPOS.CO.ID) di depan Nissan Stadium, Yokohama, kemarin WIB (15/12). Trinidad adalah salah seorang yang mengkoordinir pendukung klub berjuluk Las Aguilas itu di Jepang. Baik selama di Osaka ataupun di Yokohama. Menurut pria berusia 51 tahun itu, di dalam rombongannya ini jumlahnya ada 120 orang. Itu yang berangkat bersama mereka.Menurut Trinidad masih ada yang baru menyusul datang beberapa jam sebelum laga. Menurut Trinidad, pergi meramaikan tribun stadion lawan sudah jadi kegiatan kelompok yang dibawanya itu. Termasuk ketika America bermain di luar negeri dan bahkan di luar benua seperti di laga kemarin. ’’Ini kali kedua kami berada di Yokohama (saat tahun lalu Club America juga bermain di FIFA Club World Cup, Red). Karena kami tahu tahun depan tidak di Yokohama lagi, kami membawa jumlah lebih banyak,’’ ungkap pria yang bekerja di perusahaan konstruksi itu. Saat tahun lalu, lanjutnya, kelompok pendukung yang dibawanya ke Jepang tidak sampai 50 orang. Tahun depan, FIFA Club World Cup bakal diselenggarakan di Uni Emirat Arab. Andai Club America dapat bermain kembali di FIFA Club World Cup tahun depan, apakah kelompok ini kembali terbang lebih jauh ke Timur Tengah? ’’Mengapa tidak. Karena bagi kami di mana pun nama Club America harus didukung, di situ kami harus berada,’’ tegas pria berambut pelontos ini. Trinidad menuturkan, kelompoknya di Jepang ini sudah habis-habisan. Mulai dari biaya untuk membeli tiket penerbangan dari Meksiko ke Jepang pulang pergi, lalu biaya hidup di Jepang yang tidak murah, ditambah lagi dengan hotel mereka yang kerap berpindah-pindah menyesuaikan budget. Berapa habisnya? ’’Ya, rata-rata setiap orang di kelompok ini bisa menghabiskan uang di angka USD 3000 (Rp 40 juta). Itu minimal. Banyak yang menghabiskan lebih dari itu,’’ tuturnya yang dibenarkan beberapa rekannya. Salah satunya Chapu Hidalgo. Pendukung berusia 31 tahun itu datang dengan kekasihnya. Dia mengaku sudah sering menonton laga Club America di luar negeri. Menurutnya, kota Yokohama dan Tokyo selalu memberi banyak kenangan baginya. ’’Tahun lalu, saya juga datang ke sini. Percaya atau tidak, setelahnya saya jadi lebih sering datang ke sini. Sebelum bulan ini, di bulan Juni lalu saya juga traveling ke sini,’’ tutur Hidalgo. (ren)

Sumber: Indopos