Ini Dia Agenda Kongres PSSI 25-26 Januari 2014

PSSI rencananya akan menggelar Kongres Tahunan di Hotel Shangrila Surabaya pada tanggal 25-26 Januari 2014. Agenda organisasi tahunan ini memiliki arti penting bagi PSSI, karena akan menjadi tonggak baru perkembangan sepakbola nasional Indonesia ke depannya. Pada Kongres 2014 ini akan dibahas agenda rutin tahunan, Laporan Ketua Umum PSSI dan Exco PSSI 2013, Laporan Kegiatan Kompetisi dan Timnas 2013, Presentasi Keuangan PSSI 2013, Persetujuan terhadap laporan kegiatan dan keuangan PSSI 2013, Pengesahan program Kerja PSSI 2014, dan persetujuan revisi anggaran PSSI 2014. “Akan dibahas mengenai reformasi Liga Amatir Indonesia, penetapan kembali anggota PSSI dan penetapan anggota baru PSSI, persetujuan perubahan Statuta 2014, pengesahan kembali terhadap pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan PSSI, serta pengesahan PSSI Electoral Code” ungkap Joko Driyono seperti yang dilansir situs resmi Liga Indonesia. Pria yang akrab disapa Jokdri itu juga mengungkapkan bahwa ada 102 voters yang hadir di Kongres PSSI 2014 ini. Jumlah itu bertambah dari voter di kongres 2013 yang berjumlah 100. Kendati demikian, sebenarnya ada perubahan dalam komposisi voters. “PSSI menyatakan bahwa Asprov Sulawesi Selatan dibekukan, karena keputusan Exco PSSI yang memutuskan Musprov Sulsel tidak sah. Dengan demikian jumlah voters dari Asprov pada Kongres 2014 hanya ada 32,” ungkap Joko Driyono. Perubahan juga terjadi untuk wakil dari klub Indonesia Super League. Kali ini klub akan ada 16 voters dari ISL, setelah Arema Cronus kembali diundang dan memiliki hak suara dalam Kongres. Pada tahun lalu voters dari ISL berjumlah 15, karena Arema masih mengalami dualisme. Voters lainnya untuk klub Divisi Utama tetap 16 tim, Divisi I ada 14 tim, Divisi II 12 tim, dan Divisi III ada 10 tim. Dua tambahan voters berasal dari dua asosiasi, yakni Asosiasi pemain dan pelatih. “Dalam Statuta PSSI ada lima asosiasi yang punya hak suara, namun baru dua asosiasi tersebut yang mendapatkan hak suara” pungkas Joko Driyono.

Sumber: Sidomi